Jumat, 29 Juni 2012

TAFSIR TARBAWI


TAFSIR AYAT MENGENAI PESERTA DIDIK/MURID
Firman Allah dalam surat At-tahrim ayat 6 yang berbunyi :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#yÏ© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâsD÷sムÇÏÈ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak menndurhakai Allah terhadap apa yang diperintahakan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Penjelasan atau Penafsiran Ayat di Atas
Firman Allah yang artinya “ hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, maksudnya disini ialah seorang pemimpin dalam rumah tangga diperintahkan untuk menjaga dirinya sendiri serta keluarganya yang terdiri dari istri, anak, saudara, kerabat, sahaya wanita dan sahaya laki-laki untuk taat kepada Allah serta laranglah semua orang yang berada di bawah tanggung jawabmu untuk tidak melakukan kemaksiatan kepada Allah dan ajari (didik) mereka, pempin mereka dengan perintah Allah.
Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan agar orang tua mulai menyuruh anaknya mengerjakan sholat umur 7 tahun, dan ketika umur 10 tahun anak tersebut belum juga sholat, orang tua boleh memukulnya (yang tidak membahayakan). Selanjutnya perintah sholat itu mulai diwajibkan  pada saat anak dewasa (balig) kira-kira berumur 14 tahun, maka ini berarti membina kebiasaan sholat itu berlangsung selama hampir 7 tahun. Dengan demikian, jika saat ini banyak anak remaja yang tidak melakasankan sholat, boleh jadi pembinaan yang dilakuakn oleh orang tuanya terlambat dan tidak sungguh-sungguh, sementara tantangan yang dihadapi anak-anak itu cukup berat.
Firman Allah yang artinya “ yang bahan bakarnya manusia dan batu”, yaitu yang kayu bakarnya terdiri atas manusia dan jin.
Firman Allah yang artinya” penjaganya malaikat-malaikat yang kasar”, yaitu yang tabiatnya kasar. Allah telah mencabut dari hati mereka ras kasih sayang terhadap orang-orang kafir “yang keras”, yaitu susunan tubuh mereka sangat keras, tebal, dan penampilannya yang mengerikan. Wajah-wajah mereka hitan dan taring-taring mereka menakutkan.
Firman Allah yang artinya “ yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan  apa yang diperintahkan yaitu mereka tidak pernah menangguhkan bila datang perintah Allah ataupun sekejap mata, padahal mereka bisa saja melakukan hal itu dan mereka tidak kenal lelah, mereka itulah para malaikat zabaniah, kita berlindung kepada Allah dari mereka.
Pada ayat di atas terdapat kata Qu anfusakum yang berarti buatlah sesuatu yang dapat menjadi penghalang datangnya siksaan api neraka dengan cara menjauhkan perbuatan maksiat. Wa ahlikum maksudnya adalah keluargamu yang terdiri dari istri, anak, pembantu dan budak dan diperintahkan kepda meraka agar menjaganya dengan cara memberikan bimbingan nasehat, dan pendidikan kepada mereka. Hal ini sejalan dengan hadist rasulullah yang diriwayatkan oleh ibn al-munzir, Al-hakim, dan oleh riwayat lain oleh Ali ra, maksudnya adalah berikanlah pendidikan dan pengetahuan mengenai kebaikan terhadap dirimu dan keluargamu. Al-waqud sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalakan api. Al- hijarah adalah batu berhala yang biasa yang disembah oleh masyarakat jahiliah. Malaikatun dalam ayat tersebut maksudnya mereka yang jumlahnya sebanyak 19 dan bertugas menjaga neraka. Ghiladzun maksudnya hati yang keras yang tidak memiliki rasa belas kasihan apabila ada orang yang meminta dibelas kasihani. Syidadun artinya memiliki kekuatan yang tidak dapat dikalahkan.
Pengertian tentang pentingnya membina  keluarga agar terhindar dari siksaan api neraka ini tidak hanya semata-mata diartiakan diahkirat nanti, melainkan termasuk pula berbagai masalah dan bencana menyedihkan, merugikan dan merusak  citra pribadi seseorang. Sebuah keluarga yang anaknya terlibat dalam perbuatan tercela adalah termasuk ke dalam hal-hal yang dapat menciptakan bencana di muka bumi dan merugikaan orang yang melakukannya, dan hal ini termasuk perbuatan yang membawa bencana.     
 Dari ayat diatas dapat disimpulakan bahwa ayah yang merupakan pemimpin dalam rumah tangga mempunyai kewajiban untuk menjaga anggota keluarganya. Seorang ayah dalam pendidikan islam merupakan pendidik (guru) bagi keluarganya dan anggota keluarga lainnya seperti ibu dan anak, pembantu dan budak merupakan perserta didik(murid). Seorang ayah merupakan pemimpin dalam sebuah keluarga mempunyai kewajiban untuk menjaga dan mendidik anggota keluarganya agar kelak terhindar dari siksaan api neraka yang mana bahan bakarnya adalah manusia seperti yang terkandung dalam surat at-tahrim ayat 6 yang mana telah dipaparkan pada bagian awal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar