Jumat, 29 Juni 2012

SYUBHAT


Pengertian syubhat
 Yaitu keragu-raguan atau kekurang jelasan tentang  sesuatu (apakah halal atau haram dsb) karena kurang jelas status hukumnya; tidak terang (jelas) antara halal dan haram atau antara benar dan salah
Sebagaimana hadisnya
عَنْ أبي عبد الله النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رضي الله عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ (رواه مسلم)


Artinya:
Dari Abu Abdillah, Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram (juga) jelas, (namun) diantara keduanya itu ada hal-hal yang syubhat, tidak banyak orang yang mengetahuinya. Barang siapa yang menjaga (diri) dari perkara syubhat itu maka ia telah menjaga kebersihan agama dan kehormatannya, dan barang siapa yang jatuh ke dalam perkara yang syubhat maka ia (bisa) jatuh ke dalam perkara yang haram, seperti seorang pengembala yang mengembalakan (ternaknya) disekitar kawasan terlarang, nyaris (ternak gembalaannya itu) merumput di daerah terlarang tersebut. Ketahuilah! Bahwa setiap raja itu mempunyai kawasan terlarang, ketahuilah! Bahwa kawasan terlarang Allah adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah! Di dalam jasad itu terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka akan baik pula seluruh jasad, dan apabila ia rusak maka akan rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah! Ia itu adalah hati (H.R. Bukhari, Muslim, dll/ Arba’in An-Naawiyah, hadits No.6)



Syubhat dan Macam-Macamnya
Ulama berbeda pendapat tentang hukum syubhat. Ada yang berpendapat haram, ada yang berpendapat makruh, namun ada juga yang berpendapat tawaquf (tidak bisa diputuskan dengan pasti).

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam an-Nawawi berkata dalam mengomentari hadits pertama: Segala sesuatu itu dibagi menjadi tiga:
  • Pertama: Halal, dan ini sangat jelas, seperti makan roti, buah-buahan dan lain sebagainya dari makanan, juga seperti berjalan, melihat, dan amaliyah yang lainnya.
  • Kedua: Haram, dan ini juga sangat jelas, misalnya minum khamer, zina dan lain sebagainya
  • Ketiga: Syubhat, yang tidak jelas halal atau haramnya, yang karenanya banyak orang yang tidak mengetahuinya. Sedangkan ulama bisa mengetahuinya melalui berbagai dalil Al-Qur`an, Sunnah atau melalui qias. Jika tidak ada nash (al-Qur`an atau sunnah) dan tidak ada ijma’, maka dilakukan ijtihad. Meski demikian, jalan yang paling selamat adalah meninggalkan perkara syubhat.

Ibnu Munzir membagi syubhat pada tiga bagian:
  1. Sesuatu yang diketahui keharamannya secara jelas, namun kemudian timbul keraguan karena bercampur dengan yang halal, dalam hal ini, hukumnya jelas jatuh pada haram, seperti daging sapi yang tercampur dengan daging babi.
  2. kebalikannya, yaitu sesuatu yang jelas halalnya namun kemudian timbul keraguan, atau jika keraguan itu muncul setelah ada rasa yakin, dalam hal ini kembali pada hukum asal/ yang diyakini semula, sebagaimana yang disebutkan oleh sebuah kaidah fiqh: اليقين لا يزال بالشك / al-yaqiinu laa yazaalu bisy-syakk (sesuatu yang telah diyakini itu tidak bisa digugurkan dengan keraguan). Umpamanya seorang suami yang ragu-ragu apakah ia telah mengucapkan kalimat talak atau belum, atau seseorang yang telah berwudhu kemudian ragu-ragu apakah ia sudah batal atau belum.
  3. sesuatu yang diragukan halal atau haramnya. Dalam hal ini lebih baik menghindarinya, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah terhadap kurma yang beliau temukan di atas tikar beliau. Beliau tidak mau memakan kurma tersebut karena khawatir kurma tersebut adalah kurma sedekah, sedangkan Rasulullah tidak boleh memakan sedekah.

Ulama lain membagi syubhat pada empat macam:
  1. Karena terjadinya pertentangan dalil
  2. Sebagai implikasi dari pertentangan dalil, adanya ikhtilaf ulama
  3. Yang dimaksud dengan syubhat itu adalah perkara-perkaran yang makruh, karena terdapat tarik menarik antara sisi boleh dikerjakan dan mendaknya ditinggalkan.
  4. Yang dimaksud syubhat adalah perkara-perkara yang mubah (pada asalnya)

Ibnu Munir menukilkan dalam Manaqib gurunya, Al-Qibary, (ia meriwayatkan) darinya bahwa ia berkata: Makruh itu tirai penghalang antara seorang hamba dengan sesuatu yang haram, barangsiapa yang banyak melakukan hal yang makruh maka di berjalan menuju yang haram, dan hal-hal yang mubah itu adalah penghalang antara dia dan hal-hal yang makruh, maka barangsiapa yang kebanyakan melakukan hal-hal yang mubah maka hal itu dapat membawanya (jatuh) pada hal yang makruh.

Manfaat Meninggalkan Perkara Syubhat
·        Meninggalkan sesuatu yang syubhat dan komit terhadap yang halal dalam masalah apapun, dapat mengarahkan seorang muslim pada sikap wara’ yang sangat potensial untuk menangkal bisikan setan, serta dapat mendatangkan kebaikan yang sangat besar, di dunia maupun di akhirat. Dengan menjaga diri dari perkara-perkara syubhat, maka akan terjaga agamanya maupun kehormatannya.
·        Orang yang meninggalkan syubhat pasti akan terpelihara kehormatan dan agamanya, karena logikanya tidak mungkin seseorang mampu meninggalkan berbagai perkara syubhat sementara ia sendiri masih bergelimang dengan hal-hal yang haram.
·        Orang yang sudah terbiasa dengan hal-hal yang syubhat, dikhawatirkan suatu saat akan terjerumus pada hal-hal yang haram. Dalam hal ini, Rasulullah mengumpamakannya dengan orang yang mengembalakan kambing di dekat daerah terlarang. Sepandai-pandainya pengembala menjaga kambingnya, suatu saat pasti ada saatnya dia lengah, sementara kambing hanya tertarik pada makanan tanpa peduli apakah itu telah masuk daerah terlarang dan berbahaya atau tidak.
·        Dalam hadits ini, seolah Rasul mengibaratkan nafsu manusia dengan kambing. Kambing hanya menuruti naluri makannya tanpa peduli apakah daerah tempat ia merumput dilarang untuk dimasuki dan berbahaya untuk dirinya sendiri ataukah tidak. Iman yang tertanam dalam dada adalah pengembala kambing tersebut. Kalau iman lemah dan lengah dalam menjaga gembalaannya, maka nafsu akan lepas kendali. Dan pengembala yang baik tidak akan mau mengambil resiko gembalaannya merumput di tempat terlarang.
·        Diantara jalan menjaga kebersihannya adalah dengan tidak membiasakan diri pada hal-hal yang syubhat. Karena bila sudah terbiasa dengan hal-hal yang syubhat -apalagi yang haram-, hati tidak akan memiliki kepekaan lagi terhadap hal yang haram. Ibarat seorang pemulung yang sudah terbiasa mencium aroma busuknya sampah, maka ia tidak akan merasa terganggu dengan aroma busuknya. Tidur dan makan di tengah aroma busuk sampah adalah hal biasa bagi mereka.
Kesimpulan
Selain menjelaskan tentang masalah syubhat sebagaimana telah dijelaskan di atas, dalam hadits ini juga terkandung beberapa pelajaran, diantaranya:
  1. Seruan agar mempertajam kemampuan intelektual dan menghaluskan jiwa terhadap manusia, yaitu dengan memperbaiki hati (yang caranya adalah dengan menjauhi perkara syubhat).
  2. Anjuran untuk menutup segala pintu yang mengarah pada berbagai hal yang dilarang
  3. Segaala sesuatu jalan yang mengarah pada perbuatan haram maka hukumnya haram
  4. Bimbingan agar kita menerapkan berbagai hukum dan menjalankan seluruh persoalan kehidupan dengan dilandasi keyakinan, bukan keragu-raguan

DINASTI ABBASIYAH


PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dinasti Abbasiyah merupakan dinasti Islam yang paling berhasil dalam mengembangkan peradaban Islam.
Para ahli sejarah tidak meragukan hasil kerja para pakar pada masa pemerintahan dinasti Abbasiyah dalam memajukan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam.
Dalam makalah ini kami akan membahas tentang sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyah dan perkembangan ilmu beserta ilmuwan yang berpengaruh pada masa Dinasti Abbasiyah.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyah?
b. Bagaimana perkembangan ilmu dan ilmuwan yang berpengaruh pada masa dinasti Abbasiyah?
C. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyah
b. Untuk mengetahui perkembangan ilmu dan ilmuwan yang berpengaruh pada masa dinasti Abbasiyah

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Berdirinya Dinasti Abbasiyah
Berdirinya bani abbasiyah dikarenakan pada masa pemerintahan Bani Umaiyyah pada khalifah Hisyam ibn abdi al-Malik muncullah kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan bani umayyah. Kekuatan itu berasal dari kalangan bani hasyim yang dipelopori keturunan al-Abbas ibn abd al-muthalib. Gerakan ini menghimpun
a. Bani alawiyah pemimpinnya Abu Salamah
b. Bani Abbasiyah pemimpinnya Ibrahim al-AIman
c. Keturunan bangsa Persia pemimpinnya Abu Muslim al-Khurasany, mereka memusatkan kegiatannya di khurasan.
Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari golongan syiah dan kaum mawali yang merasa di kelas duakan oleh pemerintahan bani umayyah. Pada waktu itu ada beberapa factor yang menyebabkan dinasti umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran, akhirnya pada tahun 132 H (750 M) tumbanglah daulah umayyah dengan terbunuhnya khalifah terakhir yaitu Marwan bin Muhammad dan pada tahun itu berdirilah kekuasaan dinasti bani abbas atau khalifah abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini keturunan al-Abbas paman Nabi Muhammad Saw., dinasti abbasiyah didirikan oleh Abdullah ibn al-Abbas. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang dari tahun 132 H sampai dengan 656 H. selama berkuasa pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, social dan budaya.
B. Perkembangan Ilmu dan Ilmuwan yang berpengaruh pada masa Dinasti Bani Abbasiyah
Dinasti Abbasiyah merupakan salah satu dinasti Islam yang sangat peduli dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan. Upaya ini mendapat tanggapan yang sangat baik dari para ilmuwan. Sebab pemerintahan dinasti abbasiyah telah menyiapkan segalanya untuk kepentingan tersebut. Diantara fasilitas yang diberikan adalah pembangunan pusat-pusat riset dan terjemah seperti baitul hikmah, majelis munadzarah dan pusat-pusat study lainnya.
Bidang-bidang ilmu pengetahuan umum yang berkembang antara lain:
a. Filsafat
Proses penerjemahan yang dilakukan umat Islam pada masa dinasti bani abbasiyah mengalami kemajuan cukup besar. Para penerjemah tidak hanya menerjemahkan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa-bangsa Yunani, Romawi, Persia, Syiuria tetapi juga mencoba mentransfernya ke dalam bentuk pemikiran. Diantara tokoh yang member andil dalam perkembangan ilmu dan filsafat Islam adalah: Al-Kindi, Abu Nasr al-Faraby, Ibnu Sina, Ibnu Bajjah, Ibnu Thufail, al-Ghazali dan Ibnu Rusyd.
b. Ilmu Kalam
Menurut A. Hasimy lahirnya ilmu kalam karena dua factor: pertama, untuk membela Islam dengan bersenjatakan filsafat. Kedua, karena semua masalah termasuk masalah agama telah berkisar dari pola rasa kepada pola akal dan ilmu. Diantara tokoh ilmu kalam yaitu: wasil bin Atha’, Baqilani, Asy’ary, Ghazali, Sajastani dan lain-lain.
c. Ilmu Kedokteran
Ilmu kedokteran merupakan salah satu ilmu yang mengalami perkembangan yang sangat pesat pada masa Bani Abbasiyah pada masa itu telan didirikan apotek pertama di dunia, dan juga telah didirikan sekolah farmasi. Tokoh-tokoh Islam yang terkenal dalam dunia kedokteran antara lain Al-Razi dan Ibnu Sina.
d. Ilmu Kimia
Ilmu kimia juga termasuk salah satu ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh kaum muslimin. Dalam bidang ini mereka memperkenalkan eksperimen obyektif. Hal ini merupakan suatu perbaikan yang tegas dari cara spekulasi yang ragu-ragu dari Yunani. Mereka melakukan pemeriksaan dari gejala-gejala dan mengumpulkan kenyataan-kenyataan untuk membuat hipotesa dan untuk mencari kesimpulan-kesimpulan yang benar-benar berdasarkan ilmu pengetahuan diantara tokoh kimia yaitu: Jabir bin Hayyan.
e. Ilmu Hisab
Diantara ilmu yang dikembangkan pada masa pemerintahan abbasiyah adalah ilmu hisab atau matematika. Ilmu ini berkembang karena kebutuhand asar pemerintahan untuk menentukan waktu yang tepat. Dalam setiap pembangunan semua sudut harus dihitung denga tepat, supaya tidak terdapat kesalahan dalam pembangunan gedung-gedung dan sebagainya. Tokohnya adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi.
f. Sejarah
Pada masa ini sejarah masih terfokus pada tokoh atau peristiwa tertentu, misalnya sejarah hidup nabi Muhammad. Ilmuwan dalam bidang ini adalah Muhammad bin Sa’ad, Muhammad bin Ishaq
g. Ilmu Bumi
Ahli ilmu bumi pertama adalah Hisyam al-Kalbi, yang terkenal pada abad ke-9 M, khususnya dalam studynya mengenai bidang kawasan arab.
h. Astronomi
Tokoh astronomi Islam pertama adalah Muhammad al-fazani dan dikenal sebagai pembuat astrolob atau alat yang pergunakan untuk mempelajari ilmu perbintangan pertama di kalangan muslim. Selain al-Fazani banyak ahli astronomi yang bermunculan diantaranya adalah muhammad bin Musa al-Khawarizmi al-Farghani al-Bathiani, al-biruni, Abdurrahman al-Sufi.
Selain ilmu pengetahuan umum dinasti abbasiyah juga memperhatikan pengembangan ilmu pengetahuan keagamaan antara lain:
a. Ilmu Hadis
Diantara tokoh yang terkenal di bidang ini adalah imam bukhari, hasil karyanya yaitu kitab al-Jami’ al-Shahih al-Bukhari. Imam muslim hasil karyanya yaitukitab al-Jami’ al-shahih al-muslim, ibnu majjah, abu daud, at-tirmidzi dan al-nasa’i.
b. Ilmu Tafsir
Terdapat dua cara yang ditempuh oleh para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Pertama, metode tafsir bil ma’tsur yaitu metode penafsiran oleh sekelompok mufassir dengan cara member penafsiran al-Qur’an dengan hadits dan penjelasan para sahabat. Kedua, metode tafsir bi al-ra’yi yaitu penafsiran al-Qur’an dengan menggunakan akal lebih banyak dari pada hadits. Diantara tokoh-tokoh mufassir adalah imam al-Thabary, al-sud’a muqatil bin Sulaiman.
c. Ilmu Fiqih
Dalam bidang fiqih para fuqaha’ yang ada pada masa bani abbasiyah mampu menyusun kitab-kitab fiqih terkenal hingga saat ini misalnya, imam Abu Hanifah menyusun kitab musnad al-Imam al-a’dzam atau fiqih al-akbar, imam malik menyusun kitab al-muwatha’, imam syafi’I menyusun kitab al-Umm dan fiqih al-akbar fi al tauhid, imam ibnu hambal menyusun kitab al musnad ahmad bin hambal.
d. Ilmu Tasawuf
Kecenderungan pemikiran yang bersifat filosofi menimbulkan gejolak pemikiran diantara umat islam, sehingga banyak diantara para pemikir muslim mencoba mencari bentuk gerakan lain seperti tasawuf. Tokoh sufi yang terkenal yaitu Imam al-Ghazali diantara karyanya dalam ilmu tasawuf adalah ihya ulum al-din.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ø Dinasti abbasiyah berkuasa sejak tahun 132 H – 656 H.
Ø Bidang-bidang ilmu pengetahuan umum yang berkembang pada masa dinasti abbasiyah yaitu filsafat, ilmu kalam, ilmu kedokteran, ilmu kimia, ilmu hisab, sejarah, ilmu bumi dan astronom.
Ø Bidang-bidang ilmu pengetahuan keagamaan berkembang pada masa ini yaitu: ilmu hadist, ilmu tafsir, ilmu fiqih, tasawuf.
B. Saran
Dengan selesainya makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut andil dalam penulisan makalah ini. Tak lupa kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang membangun selalu kami tunggu dan kami perhatikan.
FAKTOR – FAKTOR MUNCULNYA DINASTI ABBASIYAH

Dinasti Abbasiyah yang berkuasa selama lebih kurang enam abad ( 132 – 656 H/ 750-1258 M ), didirikan oleh Abul Abbas al- Saffah dibantu oleh Abu Muslim al-Khurasani, seorang jendral muslim yang berasal dari Khurasan, Presia. Gerakan-gerakan perlawanan untuk melawan kekuasaan dinasti Bani Umayyah sebenarnya sudah dilakukan sejak masa-masa awal pemerintahan dinasti Bani Umayyah, hanya saja gerakan tersebut selalu digagalkan oleh kekuatan militer Bani Umayyah, sehingga gerakan-garakan kelompok penentang tidak dapat melancarkan serangannya secara kuat. Tapi dimasa-masa akhir pemerintahan dinasti Bani Umayyah gerakan tersebut semakin menguat seiring banyaknya protes dari masyarakat yang merasa tidak puas atas kinerja dan berbagai kebijakan pemerinatah dinasti Bani Umayyah. Gerakan ini menemukan momentumnya ketika para tokoh dai Bani Hasyim melancarkan serangannya.
Para tokoh tersebut antara lain Muhammad bin Ali, salah seorang keluarga Abbas yang menjadikan kota Khufa sebagai pusat kegiatan perlawanana. Gerakan Muhammad bin Ali mendapat dukungan dari kelompok Mawali yang selalu ditempatkan sebagai masyarakat kelas dua. Selain itu, juga dukungan kuat dari kelompok Syi’ah yang menuntut hak mereka atas kekuasaan yang pernah dirampas oleh dinasti Banui Umayyah. Akhirnya pada tahun 132 M H/ 750 M, Marwan bin Muhammad dapat dikalahkan dan akhrinya tewas mengenasakan di Fustat, Mesir pada 132 H / 705 M. Sejak itu, secara resmi Dinasti Abbasiyah mulai berdiri.

KEMAJUAN DINASTI ABBASIYAH DALAM BIDANG SOSIAL BUDAYA
Sebagai sebuah dinasti, kekhalifahan Bani Abbasiyah yang berkuasa lebih dari lima abad, telah banyak memberikan sumbangan positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Dari sekitar 37 orang khalifah yang pernah berkuasa, terdapat beberapa orang khalifah yang benar-benar memliki kepedulian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, serta berbagai bidang lainnya, seperti bidang-bidang sosial dan budaya.
Diantara kemjuan dalam bidang sosila budaya adalah terjadinya proses akulturasi dan asimilasi masyarakat. Keadaan sosial masyarakat yang majemuk itu membawa dampak positif dalam perkembangan dan kemajuan peradaban Islam pada masa ini. Karna dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki, dapat dipergunakan untuk memajukan bidang-bidang sosial budaya lainnya yang kemudian menjadi lambang bagi kemajuan bidang sosial budaya dan ilmu pengetahuan lainnya. Diantara kemajuan ilmu pengetahuan sosial budaya yang ada pada masa Khalifah Dinasi Abbasiyah adalah seni bangunan dan arsitektur, baik untuk bangunan istana, masjid, bangunan kota dan lain sebagainya. Seni asitektur yang dipakai dalam pembanguanan istana dan kota-kota, seperti pada istana Qashrul dzahabi, dan Qashrul Khuldi, sementara banguan kota seperti pembangunan kota Baghdad, Samarra dan lain-lainnya.
Kemajuan juga terjadi pada bidang sastra bahasa dan seni musik. Pada mas inilah lahir seorang sastrawan dan budayawan terkenal, seperti Abu Nawas, Abu Athahiyah, Al Mutanabby, Abdullah bin Muqaffa dan lain-lainnya. Karya buah pikiran mereka masih dapat dibaca hingga kini, seperti kitab Kalilah wa Dimna. Sementara tokoh terkenan dalam bidang musik yang kini karyanya juga masih dipakai adalah Yunus bin Sulaiman, Khalil bin Ahmad, pencipta teori musik Islam, Al farabi dan lain-lainnya.
Selain bidang –bidang tersebut diatas, terjadi juga kemajuan dalam bidang pendidikan. Pada masa-maa awal pemerinath Dinasti Abbasiyah, telah banyak diushakan oleh para khalifah untuk mengembangakan dan memajukan pendidikan. Karna itu mereka kemudian mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga tingakat tinggi.

KEMAJUAN DALAM BIDANG POLITIK DAN MILITER
Di antara perbedaan karakteristik yang sangat mancolok anatara pemerinatah Dinasti Bani Umayyah dengan Dinasti Bani Abbasiyah, terletak pada orientasi kebijakan yang dikeluarkannya. Pemerinath Dinasti Bani Umayyah orientasi kebijakan yang dikeluarkannya selalu pada upaya perluasan wilayah kekuasaanya. Sementara pemerinath Dinasti Bani Abbasiyah, lebih menfokuskan diri pada upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, sehingga masa pemerintahan ini dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Meskipun begitu, usaha untuk mempertahankan wilayah kekuasaan tetap merupakan hal penting yang harus dilakukan. Untuk itu, pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah memperbaharui sistem politik pemerintahan dan tatanan kemiliteran.
Agar semua kebijakan militer terkoordinasi dan berjalan dengan baik, maka pemerintah Dinasti Abbasiyah membentuk departemen pertahanan dan keamanan, yang disebut diwanul jundi. Departemen inilah yamg mengatur semua yang berkaiatan dengan kemiliteran dan pertahanan keamanan.Pembentuka lembaga ini didasari atas kenyataan polotik militer bahwa pada masa pemertintahan Dinasti Abbasiyah, banayak terjadi pemebrontakan dan bahkan beberapa wilayah berusaha memisahkan diri dari pemerintahan Dinasyi Abbasiyah

KEMAJUAN DALAM BIDANG ILMU PENGETAHUAN
Keberahasilan umat Islam pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah dalam pengembangan ilmu pengetahuan sains dan peradaban Islam secara menyeluruh, tidak terlepas dari berbagai faktor yang mendukung. Di anataranya adalah kebijakan politik pemerintah Bani Abbasiyah terhadap masyarakat non Arab ( Mawali ), yang memiliki tradisi intelektual dan budaya riset yang sudah lama melingkupi kehidupan mereka. Meraka diberikan fasilitas berupa materi atau finansial dan tempat untuk terus melakukan berbagai kajian ilmu pengetahuan malalui bahan-bahan rujukan yang pernah ditulis atau dikaji oleh masyarakat sebelumnya. Kebijakan tersebut ternyata membawa dampak yang sangat positif bagi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan sains yang membawa harum dinasyi ini.
Dengan demikian, banyak bermunculan banyak ahli dalam bidang ilmu pengetahaun, seperti Filsafat, filosuf yang terkenal saat itu antara lain adalah Al Kindi ( 185-260 H/ 801-873 M ). Abu Nasr al-faraby, ( 258-339 H / 870-950 M ) dan lain-lain.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban islam juga terjadi pada bidang ilmu sejarah, ilmu bumi, astronomi dan sebagainya. Dianatar sejarawan muslim yang pertama yang terkenal yang hidup pada masa ini adalah Muhammad bin Ishaq ( w. 152 H / 768 M ).
KEMAJUAN DALAM ILMU AGAMA ISLAM
Masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah yang berlangsung lebih kurang lima abad ( 750-1258 M ), dicatat sebagai masa-masa kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam ini, khususnya kemajuan dalam bidang ilmu agama, tidak lepas dariperan serta para ulama dan pemerintah yang memberi dukungan kuat, baik dukungan moral, material dan finansia, kepada para ulama. Perhatian yang serius dari pemeruntah ini membuat para ulama yang ingin mengembangkan ilmu ini mendapat motivasi yang kuat, sehingga mereka berusaha keras untuk mengembangkan dan memajukan ilmu pengetahuan dan perdaban Islam. Dianata ilmu pengetahuan agama Islam yang berkembang dan maju adalah ilmu hadist, ilmu tafsir, ilmu fiqih dan tasawuf

KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH
Setelah berkuasa lebih kurang lima abad ( 750-1258 M ), akhirnya Dinasti Abbasiyah mengalami masa-masa suram. Masa suram ini terjadi ketika para pengusaha setelah Al-Makmun, Al- Mu’tashim dan Al-Mutawakkil, tidak lagi memiliki kekuatan yang besar, sebab para khalifah sesudahnya lebih merupakan boneka para amir dan para wajir dinasti Buwaihiyah dan Salajikah. Para khalifah Abbasiyah pada periode terakhir lebih mementingkan kepentingan peribadi, ketimbang kepentingan masyarakat umum. Mereka saling melalaikan tugas-tugas sebagai pemimpin dan kepala negara, bahkan banyak di antara mereka yang lebih memilih hidup bermewah-mewahan. Pada akhirnya mereka kehilangan semangat juan untuk menegakan kekuasaan.
Kenyataan ini dipengaruhui denga situasi politik umat Islam ketika itu. Konflik antra etnis dan suku bangsa sering terjadi, terutama perseteruan antara bangsa Arab dan bangsa Persia dengan bangsa Turki. Perseteruan ini terjadi ketika bangsa Turki semakin memiliki posisi strategis dipemerintahan dan menggeser posisi bangsa Arab dan Persia, yang merupakan dua suku bangsa yang memiliki peran penting didalam proses berdirinya pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Pada masa pemerintahan khalifah al- Mutawakkil, pengaruh bangsa Turki semakin kuat, sehingga bangsa Arab dan Persia merasa cemburu. Sikap anti Turki ini pada akhirnya menimbulkan gerakan pemberontakan di setiap daerah, yang kemudian masing-masing mendirikan kekuasaan-kekuasaan lokal.
Dianatara kekuatan lokal yang sangat berpengaruh dalam proses melemahnay kekuasaan Dinasti Abbasiyah adalah dikarenakan luasnya wilayah kekuasaan sehingga tidak dapat melakukan kontrol pemerintah denga baik ke seluruh wilayahnya, sehingga peluang ini dimanfaatkan oleh penguasa daerah yang jauh dari pemerintah pusat untuk melepaskan diri menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Dianatar kerajaan-kerajaan kecil yang dapat melepaskan diri adalah Dinasti Buwaihiyah ( 945-1055 M ), Dinasti Salajiqah ( 1037-1157 M ). Dinasyi Bani Fathimiyah yang didirikan di Tunisia pada tahun 297-323 H / 909-934 M oleh Al Mahdi. Dinasti ini berkuasa cukup lama, hingga akhirnya dihancurkan oleh Salahuddin al- Ayyubi. Dinasti Idrisiyah yang didirikan oleh Idris bin Abdullah ( 172-311 H/ 788-932 M ), Dinasti Aghlabiyah didirikan oleh Ibrahim bin Aghlab ( 184-296 H/ 800-909 M ), Dinasti Thuluniyah, didirikan oleh Ahmad bin Thulun ( 254-292 H/868-905 M ).
Dinasti Ikhsyidiyah, didirikan oleh Muhammad bin Tughj ( 323-358 H/ 935-969 M ), Dinasti Hamdaniyah, didirikan oleh Hamdan bin Hamdan ( 293-394 H/ 905-1004 M ), Dinasti Thahriyah, didirikan oleh Thahir bin Husein ( 205-259 H/ 821-873 M ), Dinasti Samaniyah, didirikan oleh Saman Khuda ( 261-9-389 H/ 874-999 M ).
Kemunculan kerajaan-kerajaan ini, sedikit banyak memperlemah kekuasaan dan wibawa kerajaan Bani Abbas. Sebab paling tidak pemasukan dan pengaruh para khalifah Bani Abbas berkurang. Lama kelamaan, akan membawa kelemahan, kemunduran dan kemudian kehancuran Dinasti Bani Abbasiyah.
Persoalan lain yang juga memperlemah kekuasaan Bani Abbasiyah adalh konflik internal dikalangan Bani Abbas. Konflik ini dimanfaatkan oleh para pendatang baru, seperti bangsa Turki yang kemudian menguasai sistem pemerintahan Dinastu Abbasiyah. Bahkan bangsa Turki mendirikan mendirikan kekuasaan di wilayah pemerintahan Bani Abbasiyah dan menguasi Baghdad. Ketika para kalifah semakin lemah, baik secara militer atau ekonomi, para tentara bayaran mendominasi kekuatan, sehingga mereka menciptakan ketergantunan khalifah kepada tentara bayaran. Ketergantungan ini merupakan salah satu faktor penyebab melemahnya kekuasaan Dinasti Abbasiyah.
Pada saat semua mengalami kelemahan, kekuatan baru datang dan berusaha menghancurkan Dinasti Abbasiyah, yaitu kekuatan bangsa Mongol. Dibawah pimpinan hulaghu Khan, kota Baghdad sebagai pusat pemerintahan Dinasti Abbasiyah diluluh lantakan pada tahun 1258 m. Serangan bangsa Mongol ini manandai akhir dari masa kekuasaan dinasti Abbasiyah.
Kekhalifahan Abbasiyah (Arab: الخلافة العباسية, al-khilāfah al-‘abbāsīyyah) atau Bani Abbasiyah (Arab: العباسيون, al-‘abbāsīyyūn) adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan menundukan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bahagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad.

KAMUS BAHASA OCU BANGKINANG


A.     Bilangan dan Ukuran
KATA                                     BAHASA                                            BUNYI

1.      Satu                                   Sociek (Kampar)          Socieg
                        Ciek                             (minang)           Cieg
2.      Dua                                    Duo                              (Kampar)         Duo
3.      Tiga                                    Tigo                             (Kampar)         tigo
4.      Empat                                Ompek                         (Kampar)         Ompeg
5.      Lima                                   limo                              (Kampar)         limo
6.      Enam                                  onam                            (Kampar)         onam
                        Anam                           (Minang)          anam
7.      Tujuh                                  Tujuo                           (Kampar)         Tujuo
8.      Delapan                              delapan                        (Kampar)         delapan
9.      Sembilan                            sambilan                       (Kampar)         Sambilan
10.  Sepuluh                              Sapuluo                        (Kampar)         sapuluo
11.  Berat                                  boek                            (Kampar)         boeg
                        Barek                           (minang)           barek
12.  Depa                                  Dopo                           (Kampar)         Dopo
13.  Jengkal                               jongke                          (Kampar)         jongke
                        Jangke                          (Minang)          Jangke
14.  Satu sentimeter                   sasenti                          (Kampar)         sasenti
15.  Jarak                                  Jaghak                          (Kampar)         jaghag

B.     Bagian Tubuh Manusia
Kata                                         Bahasa Daerah             Mato
1.      Mata                                  Mato (Kampar)            Mato
2.      Telingo                               Talingo                         (Kampar)         Talingo
3.      Bibir                                   Bibiu                            (Kampar)         Bibiu
                        Bibie                            (Minang)          bibie
4.      Mulut                                 Muluik                          (Kampar)         Mulut

5.      Perut                                  powik                           (Kampar)         Powiq
                        Paruik                          (Minang)          paruik
6.      Rambut                              ambuik                         (Kampar)         ambuik
                        Rambuik                       (minang)           rambuik
7.      Kening                               koniong                        (Kampar)         koniong
8.      Betis                                   boti                              (Kampar)         boti
                        Batih                            (minang)           batih
9.      pusat                                  pusek                           (Kampar)         pusek
10.  jari                                     jaghi                             (Kampar)         jaghi

C.     Kata Ganti atau kekerabatan
1.      Perempuan                         Padusi                          (Kampar)         Padusi
                        Gadih                           (minang)           gadih
                        Batino                          (siak)                batinoh
                        Dare                             (tembilahan)      daerah
2.      Laki-laki                             Bujang                          (Kampar)         Bujang
                        Buyong                         (minang)           buyuong
3.      kakak                                 uwoh                            (Kampar)         uwoh
                        Uni                               (minang)           uni
4.      nenek                                 niniok                           (Kampar)         niniok
                        iniok                             (minang)           iniok
5.      Paman                                Mamak                        (Kampar)         mamak
                        Pak who                       (Kampar)         pakwo
6.      Ibu                                     amak                            (Kampar)         amak
            Bundo                          (Kampar)         bundoh
7.      Adek                                  adiyok                          (Kampar)         adiok
                        Diak                             (minang)           diak
8.      Bibi                                    etek                              (Kampar)         etek
                        Bude                            (Kampar)         bude
9.      Abang                                Ocu                              (Kampar)         ocu
10.  Kakek                                Datuok                         (Kampar)         Datuog
D.     Pakaian dan Perhiasan
1.      Celana                                salowu                          (Kampar)         salowu
                        Sarawa                         (minang)           sarawa
2.      Kain sarung                        kain sawuong                (Kampar)         sawuong
                        Kain saruong                (minang)           saruong
3.      emas                                  omeh                            (Kampar)         ome
                        ameh                            (ameh)              ameh
4.      kalung                                kaluong                        (Kampar)         kaluong
5.      Gelang kaki                        golang kaki                   (Kampar)         golang kaki
                        Galang kaki                  (minang)           galang kaki
6.      perak                                 peak                             (Kampar)         peag
7.      baju kurung                        baju kuwuong               (Kampar)         baju kuwuong
                                                                                                     

E.      Jabatan dan Pekerjaan
Kata                                         Bahasa                         daerah              bunyi
1.      Kepala Sekolah                  kapalo sakolah             (Kampar)         kapalo sakolah
2.      Kepala Rumah tangga         kapalo uma tanggo        (Kampar)         kapalo uma tanggo
3.      guru                                    Guwu                           (Kampar)         Guwu
4.      jaga sekolah                       jago sakolah                 (Kampar)         jago sakolah
                        jage                              (Kampar)         jage
5.      tukang jahit                         tukang jaik                    (Kampar)         tukang jaik
6.      Tukang kebun                     Tukang kobun              (Kampar)         Tukang kobun
7.      tukang rumah                      tukang uma                   (Kampar)         tukang uma
8.      tukang tenun                       Tukang tonun                (Kampar)         Tukang tonun

F.      Bintang dan bagian tubuhnya
1.      Harimau                             imau                             (Kampar)         imau
2.      Kambing                            kambiong                     (Kampar)         kambiong
3.      itik                                      itiok                              (Kampar)         itiok
4.      ular                                     ulek                              (Kampar)         ulek
5.      kucing                                kuciong                        (Kampar)         kuciong
6.      kerbau                                kobau                           (Kampar)         kobau
                        kabau                           (Kampar)         kabau
7.      taring                                  tayiong                         (Kampar)         tayiong
8.      Tanduk                               tanduok                        (Kampar)         tanduok

G.     Tumbuhan, bagian buah dan hasilolahannya
Kata bahasa Daerah           Bunyi
1.      Kelapa                               kambiu                         (Kampar)         kambiu
                        Kiambil                        (taluk)              kiambil
                        Karambie                     (minang)           karambie
                        Nyiu                             (siak)                nyiu
2.      Pepaya                               kates                            (jawa)              kates
                        Botiok                          (Kampar)         botiok
3.      Nenas                                none                             (Kampar)         none
                        Naneh                          (minang)           Naneh
4.      Jeruk                                  Limau                           (Kampar)         limau
5.      durian                                 duyan                           (Kampar)         duyan
6.      manggis                              manggih                        (minang)           manggih
                        manggi                          (Kampar)         manggi
7.      Kulit manis                         kulik manik                   (Kampar)         kulik mani
                        Kulik manih                  (minang)           kulik manih

H.     Alam
Kata                                   Bahasa Daerah             Bunyi
1.      Gunung                               Gunuong                       (Kampar)         gunuong
2.      Laut                                   lawik                            (Kampar)         lawik
3.      sungai luas                          sungai lowe                   (Kampar)         sungai love
                        Sungai laweh                (minang)           sungai laweh
4.      pasir                                   kosiok                          (Kampar)         kosiok
                        Pasie                            (minang)           pasie
5.      Batu kerang                        batu koang                   (Kampar)         batu koang
                        Batu karang                  (minang)           batu karang
6.      Air laut                               ayu lawik                      (Kampar)         ayu lawik
                        Aie lawik                      (minang)           aie lawik

I.        Sifat, Keadaan                    warna
1.      Pemarah                             pambongi                     (Kampar)         pambongi
2.      penyayanng                        panyayang                    (Kampar)         panyayang
                        paibo                            (minang)           paibo
3.      Berani                                barani                           (Kampar)         barani
                        Baghani                        (minang)           baghani
4.      Pengecut                            pangocuik                     (Kampar)         pangocuik
                        Pangacuik                     (minang)           pangacuik
5.      Tinggi                                 tenggi                           (Kampar)         tenggi
6.      Rendah                               ondah                           (Kampar)         ondah
                        Randah                         (minang)           randah
7.      Baik                                   bayiok                          (Kampar)         bayiok
                        Elok                             (minang)           elok
8.      Buruk                                 buok                            (Kampar)         buok
                        Buruak                         (minang)           buruak

9.      Hitam                                 itam                              (Kampar)         itam
10.  Putih                                   putioh                           (Kampar)         putioh
                        Putuah                          (minang)           putiah
11.  kuning                                kuniong                        (Kampar)         kuniong
                        kuniang                         (Kampar)         kuniang
12.  Hijau                                  Ijau                              (Kampar)         ijau
13.  Biru                                    biu                                (Kampar)         biu
14.  Merah                                Sigha                            (Kampar)         sighah
15.  Hijau daun                          ijau daun                       (Kampar)         ijau daun

J.       Rumah dan bagian-bagiannya
Kata                                   bahasa daerah                                      Bunyi
1.      Atap                                   atok                             (Kampar)         atok
2.      Dinding                               dindiong                       (Kampar)         dindiong
                        Dindiang                       (minang)           dindiang
3.      dapur                                 dapuoh                         (minang)           dapuoh
                        dapu                             (kampar)          dapu
4.      kaca rumah                         kaco umah                    (kampar)          kaco umah
5.      sumur                                 sumu                            (kampar)          sumu
6.      piri-piri                               piyi-piyi                        (kampar)          piyi-piyi


K.    Alat
1.      pisau dapur                         pisau dapu                    (kampar)          pisau
2.      gunting                                guntiong                        (kampar)          guntiong
            guntiang                        (minang)           guntiang
3.      pedang                               parang                          (minang)           parang
            ladiong                         (kampar)          ladiong
4.      cangkul                               cangkuoh                      (kampar)          cangkuoh
5.      ketam                                 kotam                           (kampar)          kotam
            katam                           (minang)           katam

L.      Makanan dan minuman
kata                              bahasadaerah                                       bunyi
1.      gulai ikan                            gulai lawuok                 (kampar)          gulai lawuok
2.      goreng nangka                    goreng cubodak            (kampar)          goreng cubodak
3.      goreng ikan gabus               goreng ikan bocek        (kampar)          goreng ikan bocek
4.      lepat pulut                           lopek puluik                  (kampar)          lopek puluik
5.      goreng kentang                   goreng kontang             (kampar)          goreng kontang
goreng kantang             (minang)           goreng kantang
6.      minum the pucuk                 minum the pucuok         (kampar)          minum the pucuok
7.      minum air putih                   minum air putio             (kampar)          minum air putio
8.      es campur                           es campu                      (kampar)          es campu
                                                                       

M.   ksenian dan permainan
kata                              bahasa derah                                        bunyi
1.      tari piring                            tari piriong                    (minang)           tari piriong
            tari piyong                    (kampar)          tari piyong
2.      panjat pinang                      panjiek pinang              (kampar)          panjiek pinang
3.      tari bergelut                        tari bagoluik                  (kampar)          tari bagoluik
            tari bagaluik                  (minang)           tari bagaluik
4.      pencak silat                        pencak silek                 (kampar)          pencak silek
5.      lomba lari                           lomba layi                     (kampar)          lomba layi
6.      pacu karung                        pacu goni                      (kampar)          pacu goni
7.      pacu jalur                           pacu sompan                (kampar)          pacu spmpan
            pacu sampan                (minang)           sompan

N.    penyakit dan obat
kata                              bahasa derah                                        bunyi
1.      sakit perut                          sakik powik                  (kampar)          sakik powik
2.      sakit jantunf                        sakik jantuong              (kampar)          sakik jantuong
3.      sakit gigi                             sakik gigi                      (kampar)          sakik gigi
4.      demam panas                     domam pane                 (kampar)          domam pane
5.      obat mata                           ubek mato                    (ubek mato)      ubek mato
6.      obat telinga                         ubek talingo                  (kampar)          ubek talingo
7.      obat kain                            ubek kain                     (kampar)          ubek kain

O.    aktivitas
kata                              bahasa daerah                                      buyi
1.      lari                                      layi                               (kampar)          layi
2.      bekerja                               bakajo                          (kampar)          bakojo
3.      senam                                 sonam                          (kampar)          sonam
4.      baca buku                          baco buku                    (kampar)          baco buku
5.      gerak jalan                          goak jalan                     (kampar)          goak jalan
6.      berkebun                            bakobun                       (kampar)          bakobun
                               

P.      nama hari
kata                              bahasa daerah                                      bunyi
1.      senen                                  sanoyan                        (kampar)          sanoyan
2.      selasa                                 salasa                           (kampar)          salasa
3.      rabu                                   robu                             (kampar)          robu
4.      kamis                                 komi                             (kampar)          komi
5.      jumat                                  jumek                           (kampar)          jumek
6.      sabtu                                  sotu                              (kampar)          sotu
7.      minggu                                ahek                             (kampar)          ahek



Q.    kata Tanya dan kata hubung
1.      siapa                                  siapo                            (kampar)          siapo
sia                                (minang)           sia
siape                            (siak)                siape
2.      apa                                     apo                              (kampar)          apo
ape                               (siak)                ape
Aa                                (minang)           Aa
3.      dimana                               dimano                         (kampar)          dimano
dima                             (minang)           dima
dimane                         (siak)                dimane
4.      kemana                              kamano                        (kampar)          kamno
kama                            (minang)           kama
kemane                        (siak)                kemane
5.      dari mana                           dayi mano                     (kampar)          dayi mano
dari ma                         (minang)           dari ma
dari mane                     (siak)                dari manessz